TiKa AnD PoTTeR

Archive for September 2007

Apa?

Sebaiknya apa?

Sebaiknya saya nulis apa?

Soalnya lagi Writer’s Block neh ¬¬

Benar-benar menyebalkan kalo sudah Writer’s Block begini. Pengen nulis, kagak bisa…

Lagian si popok ga mau ngasi bawangnya… T-T
*bantai popok*

Ada ide ? Nanti saya tulis deh 😆

menyebalkan ¬¬

Thanks Mikan, udah ngasi saya ide buat bikin FanFic!! 😀

I’m a Slytherin!

Albus Severus Potter duduk di beranda rumahnya. Saat itu adalah Malam Natal. Udara dingin menyergap. Tapi Albus tak mau masuk. Ia teringat saat ia diseleksi.

**Flashback**

“Potter,Albus Severus,” panggil Professor Horace Slughorn.

Albus menggigil. Giginya gemerutukan. Ia melangkah mendekat ke Topi Seleksi. Sekarang Topi itu sudah bertengger di kepalanya. Semua mata tertuju pada Albus dan membuatnya tidak nyaman.

“Potter lagi?” ujar Topi Seleksi mengagetkan Albus,”Ah… kau mirip dengan ayahmu dan kakakmu tentunya. Tapi kau berbada…”

Albus menelan ludah. Ia sangat gugup. Ia khawatir tidak masuk Gryffindor seperti ayah dan ibunya.

“Sulit… Sangat sulit. Benar-benar pemberani dan cerdik. Betul-betul pekerja keras. Tapi kau cocok di Slytherin,” kata si Topi.

Tidak. Jangan Slytherin, batin Albus.

“Oh… Jangan Slytherin katamu?. Ayahmu juga berfikir begitu. Tapi kau benar-benar cocok disana.”

Jangan Slytherin. Kumohon. Setidaknya Hufflepuff.

“Hufflepuff?”—anak-anak Hufflepuff mendongak semangat—“Oh, kurasa… SLYTHERIN!” teriak Topi Seleksi.

Albus melepaskan Topi bocel itu dan berjalan ke Meja Slytherin dengan kaki yang mirip agar-agar sekarang. Kakaknya memandangnya kecewa dari Meja Gryffindor.

**Flashback End**

Albus menghela nafas berat. Ia di Slytherin. Terima itu Albus. Tak semua temanmu jahat kan? Bahkan ayahmu juga tidak marah, kata hati kecilnya.

Tidak. Memalukan. Seorang Potter! Aku seorang Potter! Potter dilarang di Slytherin!, kata hatinya yang lain.

Apa masalahnya dengan marga Potter, eh?

Bermasalah!, sergah hatinya yang lain, Tentu saja bermasalah! Mempermalukan diri sendiri!

Lamunannya buyar ketika ada suara yang memanggilnya,

“Albus?”

Albus menengok ke arah datangnya suara lalu berkata, “Oh, kau Dad.”

Harry Potter duduk di sebelah anaknya memandang langit yang hitam kelam dan kemudian bicara lagi, “Ada apa Albus? Ada masalah di sekolah? Kakakmu menjahilimu lagi?”

Albus terdiam kemudian menjawab,”Tidak. Tidak ada.”

Harry tau apa sebetulnya masalah Albus. Asrama. Itulah masalah Albus. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya lagi.

“Kau belum mendengar tentang masa lalu Severus Snape sepenuhnya kan?”

Albus menggeleng,”Belum. Dan aku memang ingin mendengengarnya atau mungkin membacanya. Tapi tak ada di Perpustakaan Hogwarts. Kalaupun ada, paling-paling Cuma menyebtkan namanya sebagai Master Ramuan.”

Harry mengangguk,”Itu benar. Severus seorang Master Ramuan. Dialah yang membuatkan Remus Ramuan Wolfsbane saat Remus mengajar di Hogwarts.”

Albus berdecak kagum,”Wow. Ramuan untuk Werewolf?”

“Ya. Dan dia betul-betul hebat.”

Hening sejenak, kemudian Harry bicara lagi,”Saat aku sekolah dulu, aku menganggapnya jahat. Aku merasa Severus membenciku. Aku pernah menuduhnya mencuri Batu Bertuah.”

“Tapi, semua tuduhan itu tidak benar. Walapun begitu, aku tetap merasa ia membenciku. Dia memberiku detensi, mengurangi angka Gryffindor, dan dia juga selalu berusaha mengeluarkanku dari Hogwarts.”

“Namun, dia juga selalu menyelamatkanku dari maut. Betapa kerasnya dia membenciku, dia selalu menyelamatkanku jika aku dalam bahaya. Aku sempat bingung dengan sikapnya. Pada akhirnya aku tahu kenapa.”

Ada jeda yang agak lama. Albus tetap menunggu ayahnya berbicara lagi.

“Dia selalu menyelamatkanku karena James—ya ayahku–, pernah menolongnya dan menghindarkannya dari maut. Bermula dari Severus yang curiga pada Remus kenapa setiap bulan sekali ia absen. Sirius yang sudah sejak lama benci pada Severus memberi tahunya agar Severus datang malam itu di Dedalu Perkasa.”

“Severus benar-benar menyelinap keluar menuju ke Dedalu Perkasa waktu itu. Malam itu tepat malam bulan purnama saat dimana Remus bertransformasi jadi Werewolf. Severus tidak sadar kalau bahaya ada di dekatnya. Selang beberapa saat, Remus-Werewolf hampir menerkamnya. Tapi, ayahku menyelamatkan Severus. Dengan kata lain, Severus punya Hutang Penyihir pada ayahku dan harus dibalas dengan sesuatu yang sama.”

“Selama beberapa waktu, ayahku meninggal. Tapi, Severus belum membayar Hutang Penyihirnya. Sebelum Voldemort jatuh, Severus sudah menyerahkan diri pada Albus Dumbledore agar Dumbledore bisa melidungi Lily, ibuku.”

“Kau lihat mataku, Albus? Mataku berwarna hijau. Matamu juga. Itu berasal dari mata ibuku. Sebab itulah, dia mau melindungiku selain karena hutang penyihir itu. Katany, Severus benar-benar mencintai ibuku.”

“Severus Snape seorang yang cerdas. Benar-benar cerdas. Dia mampu mengelabui Voldemort yang dikenal sebagai Legilimens paling ulung. Bisa disimpulkan kalau dia agen ganda.”

“Ketika Voldemort bangkit kembali, banyak orang yang bilang kalau Severus berada di pihaknya termasuk aku. Tapi Dumbledore tetap percaya padanya. Sampai pada suatu hari, kebencianku pada Severus ada pada puncaknya. Dia membunuh Dumbledore.”

Albus memekik ngeri.

“Ya. Dengan tangannya. Dengan Avada Kedavra. Kau tahu tentang Avada Kedavra, Albus?”

Albus cuma mengangguk,”Lanjutkan, Dad.”

“Aku benar-benar benci padanya waktu itu. Aku sudah berniat untuk membunuhnya. Dan dia juga membocorkan saat aku akan dipindahkan secara diam-diam dari rumah pamanku, Vernon Dursley.”

“Dialah yang menghilangkan sebelah telinga George. Tapi, aku masih ingat permintaannya saat terakhir.”

“Apa itu Dad?” tanya Albus penasaran.

“Dia ingin melihat mataku,” kata Harry sambil tersenyum,”Sudah kujelaskan padamu kalau mataku hijau seperti ibuku. Dia ingin menatap mata ibuku terakhir kalinya.”

Harry terdiam, kemudian berkata lagi,”Sangat banyak pengorbanan Severus Snape untukku. Jadi aku menamaimu Albus Severus Potter. Aku ingin, kau bisa sehebat dia dan juga sehebat Dumbeldore.”

Ada keheningan agak lama, sampai akhirnya Albus memecahnya

“Dad?” katanya lirih. Harry mengangkat kepalanya.“Aku..” suaranya ragu, namun semakin mantap. “Aku bangga menjadi seorang Slytherin.”

Albus memeluk Harry, dan pergi dari tempat itu untuk masuk ke rumah, meninggalkan Harry yang masih terpana. Seulas senyum muncul di wajahnya.

—The End—

Hm… apa maksudnya Mikan seperti ini? Ini cuma perkiraan saya XD

Kalo ada yang kurang, kritik aja ga papa…

Piss ah!

Dilemparin PR ama Om

Kejadian waktu saya masih cilik:

~> Saya lupa saya kelas berapa atau umur berapa. Waktu itu, saya lagi maen-maen dikamar ama babe. Saya liat babe ambil bantal diatas lemari (lemarinya pendek, tapi tinggi buat saya waktu itu). Trus, saya pengen ambil juga. Saya ambil bantal tuh. Nah, saya kepleset. Jatoh. Yang jelas saya nangis. Dan bibiatas sebelah kiri saya sobek. Masi ada bekasnya noh.

~>Pas saya kelas 3. Saya sepedaan tuh. Dijagaiin nenek dibelakangnya. Tapi kagak di pegangin >.< . Nah, saya ngebut. Swiiinggg…. BRUUK… Jatoh. Jidad berdarah banyak. Di gendong nenek ampe rumah. Dulu jidad saya jai berlobang. Soalnya pas jatoh kena batu. Ga masuk sekola tiga hari.

~> *Writer’s Block* Euh saya mau tulis apa lagi?? T_T

Oh ya, saya inget samar-samar dulu pas kecil (satu tahunan gitu XP)… saya pernah jatoh lagi dari tempat tidur. Wekekek.

Euh, abis Writer’s Block sedang berkunjung, jadi saya bingung 😀

Lempar ke orang-orang yang ngeliat/baca tulisan ini

*ngakak*

Kopipes dari Wiki

Aye kagak tau ini spoiler ato bukan 🙂

Forest of Dean

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search

The Forest of Dean is a geographical, historical and cultural region in the county of Gloucestershire, England. It is a roughly triangular area bounded by the River Wye to the west and north, the River Severn to the south, and the City of Gloucester to the east.

 

The view north towards Ross-on-Wye from Symonds Yat Rock, a popular tourist destination in the Forest

 

The view north towards Ross-on-Wye from Symonds Yat Rock, a popular tourist destination in the Forest

It is characterised by over 110 km² of mixed forest, one of the most ancient surviving forests in England, with areas of associated woodland stretching across the border into Wales. It gives its name to the local government district, Forest of Dean.

The main town and administrative centre for the forest is Coleford. Cinderford and Lydney are also busy centres. The relative isolation of the region lends it a unique character, with a very broad and colourful local accent.

In April 2007, a Reader’s Digest poll voted the Forest of Dean the third best place in the UK, and the best place in England, in which to bring up a family. (see link).

Contents

[hide]

//

[edit] History

The forest is steeped in history and goes back thousands of years, with the Forest being home to a number of Iron Age forts. The area was settled by the Romans, who were attracted by the natural resources of the area, which included iron ore, ochre and charcoal.

The name derived from the main market town of Dean, in St. Briavels, which was located in a dell (in Anglo-Saxon, dene).[1]

The forest later went on to be used exclusively as a royal hunting ground by the Tudor. Its rich deposits of iron ore led to its becoming a major source of iron at this time. Timber from the forest was particularly fine and was regarded as the best source for building ships, and it is possible that this timber was used to build the Mary Rose and Admiral Lord Nelson’s ship, the HMS Victory. Later still, the exploitation of coal deposits led to a strong development of mining in the area, with commercial mining continuing until 1965.

Interestingly, Edward I granted the powers that allowed those born in the Forest to mine coal freely. There were, and are still, a number of small private mines in operation, with Hopewell colliery now open to the public. With the decline of the mines, the area itself suffered a decline, but this was ameliorated to some extent when a number of high technology industries established themselves in the area, attracted by grants and a willing workforce.

The area now relies heavily on tourism and agriculture.

[edit] Foresters

If born within the hundred of St Briavels, an ancient administrative area covering most of what is now considered the Forest of Dean, one is classed as a true Forester. This classification bestows a unique right for males who are over 21 and have worked in a mine for a year and a day—they can register to be a freeminer. Residents of the hundred who are over 18 can also graze sheep in the Forest. These ancient rights that were put on the statute books in the Dean Forest (Mines) Act 1838, the only public act to affect private individuals.

[edit] Nature

The forest is composed of both deciduous and evergreen trees. Predominant is oak, both pedunculate and sessile. Beech is also common, and sweet chestnut has grown here for centuries. Conifers include some Weymouth Pine dating from 1781, Norway spruce, douglas fir and larch. The deer are predominantly fallow, reintroduced during the Second World War. Regrettably, the red squirrels are long gone, and the grey squirrels are abundant and cause much damage.

The forest is also home to numerous wild boar; the exact number is currently unknown. The boar were re-introduced to the forest when a domestic herd was dumped near Staunton in 2005—attempts to locate the owner have been unsuccessful. The boar can now be found in many parts of the Forest, particularly around Cinderford. They have also been spotted on both sides of the River Wye, including the around the village of Trellech.

The Dean is well known for its western birds, in particular the pied flycatcher, redstart and woodwarbler. Hawfinch are regularly seen. The mixed forest supports what is probably Britain’s best concentration of goshawk; a viewing site at New Fancy is manned during February and March when the soaring birds are best seen. Peregrine can be easily seen nesting from the viewpoint at Symonds Yat rock. The ponds in the Forest are good for mandarin duck which nest up in the trees. Butterflies of note are small pearl bordered fritillary, wood white, white admiral. Gorsty knoll is famed for its glow-worms and Woorgreens lake for its dragonflies.

[edit] Famous natives

Dick Whittington, who later became Lord Mayor of London, was born in Pauntley, now part of the Forest of Dean district. The writer Dennis Potter was born near Coleford and frequently used the region as a setting in his work, most notably in The Singing Detective and Karaoke/Cold Lazarus; the local accent and dialect can be heard at some length in the BBC productions of these shows. The BBC Radio 1 and BBC Radio 2 DJ Jimmy Young is one of Cinderford‘s most famous sons, as are the early Britpop band EMF. J. K. Rowling, author of the Harry Potter series, lived on the southern edge of the Forest at Tutshill from 1974 to 1983 and used the forest as a setting in Harry Potter and the Deathly Hallows.

[edit] Notable villages and towns

[edit] Places of interest

[edit] In the media

  • In 1998 the area was on national news as it was going through a bad heroin epidemic and several young people fatally overdosed within a short period of time.
  • Many TV and film projects have been filmed at Clearwell Caves, including the 2005 Christmas special of Doctor Who.
  • In 2006, Coleford’s St. John’s Street was featured in a newspaper/magazine advert for the new Renault Clio.
  • Scenes from the 2007 film Outlaw were filmed in Coleford.
  • The first and last episodes of the television series Primeval featured and were filmed in the Forest of Dean.
  • In the novel Harry Potter and the Deathly Hallows, Harry and Hermione briefly go into hiding in the Forest of Dean. While there, Harry is able to recover the sword of Godric Gryffindor and destroy one of the Horcruxes.


  • Noh~ HarPot masuk nominasi *weks*…
    Yang di bold, warna merah

Tiada gerak seindah Shalat,

Tiada kata seindah Takbir,

Tiada bulan seindah Ramadhan,

Sucikan hati, menyambut bulan suci ini…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH

PUASA

 

Hahaha…. ketahuan deh… kopipes dari SPS sodara XD

 

Yah, intinya… mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUISI PUASA

 

*nglirik jam*

 

*1 minut*

 

*2 minut*

 

*nglirik jam*

 

*nglirik jam*

*nglirik jam*

 

*nglirik jam*

 

*nglirik jam* *nglirik jam*

*nglirik jam*

*nglirik jam*

 

@_@

 

*ngloyor a la Zombie*

Sapa yang belom baca Deathly Hallows?? Mau versi Bahasa Indonesia-nya?

Anak HPI lagi mentranslet Hp 7 secara cuma-cuma. Ini membantu orang yang ngga lancar berbahasa Inggris

Klik ini

Lihat…. namaku ada di sana!!! XD

*baca dulu ahhh*


Tika Lucu Sekali

Image and video hosting by TinyPic

Nama Kartika Luthfi. Atau Anda bisa panggil saya Tika sadja

Umur 10 Agustus 2008 ini saya pat belas.

FS http://profiles.friendster.com/tikafleur

Y!M tika_fleur@yahoo.co.id

Band Fav Letto dan Letto

Lagu Fav semua lagunya Letto :3

Buku Fav Harry Potter, Laskar Pelangi, LotR

Tanggal Berapa?

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Maybe…

We Could Be More Than Just Amazing Want to Get Sorted?
I'm a Gryffindor!

web counter

Klik-klok

  • Tidak ada

Post Yang Keren Abis

Para Fans

  • 46,754 Penggemar