Posted by: Stevanie Oswald on: 28 Juni, 2008
Entah kenapa jadi kepengen nge-Blog lagi ^^ Padahal blog sejarah belom ane update dan essay sudah menumpuk di meja Profesor Binns. Wakakak… *dirajam*
Waktu itu, Sukma pernah ngasig coret-coretan di binder. Tulisannya begini:
Setiap detik yang kulewati, setiap malam yang kulalui selalu kubayangkan senyummu. Cinta ini mungkin telah butakan logikaku. Tapi apalah artinya logika jika hanya cinta yang mampu hadirkan dirimu walau hanya dalam mimpi
Jika engkaulah sang mentari setelah air langit menangisi bumi ini, izinkan aku menjadi sang pelangi disampingmu. Kukorbankan apa yang kumiliki jika aku mampu bersamamu walau hanya sekejapan mata ini
Senandung lagu rindu ini adalah perasaan rinduku padamu yang tak mampu kukatakan kepadamu, bintangku. Kau terlalu tinggi bagiku, kau terlalu indah untuk kumiliki sehingga hanya mampu memandangi kelipmu.
Anganku ini selalu menghadirkan indah auramu yang bisa kurasakan. Wahai bintangku, izinkanlah diriku menjadi sang rembulan yang akan menerangi semua insan manusia bersama dirimu yang kusayangi.
Ada lagi, puisi..
Pemuja Rahasia
Saat dingin menyergap dadaku
Namun hanya cintamu yang sanggup menemaniku
Aku hanyalah seorang pecundang sejati
Yang tak mampu katakan cinta di depanmu
Aku Hanya bisa melihat
Dengan mata hatiku yang kelamPelangi-pelangi di langit biru
Mentertawakanku di dalam penderitaan ini
Angankupun melayang pada dirimu
Akankah kubisa dapatkan hatimu
Cintamu dan ragamuTapi itu hanyalah mimpi dan khayalku
Aku kini terperangkap dalam kenestapaanku
Aku berharap kau bisa bahagia dengannya
kebahagiaanmu adalah salah satu bagian hidupkuTapi,
Sebelum maut menjemputku
Akankah aku bisa menggapai hatimu?
Ya oloh… Ngena banget.. *speechless*
Ya iyah makanya BAGUS 
Nyahaha…
Numpang komen…
29 Juni, 2008 pada 6:41 am
Ehm…
BAGUS puisinya..
numpang komen2 yaa..
permisi buu!!
^,^